Peluang Kerja Sektor Kontruksi 4,73 Juta Orang
SUMBARTERKINI, PADANG -- Sektor konstruksi tidak hanya dapat membuka peluang kerja sekitar 4,73 juta orang saja, tetapi dengan tetap mengedepankan kepuasan pengguna, yaitu masyarakat. Di sisi lain pemberlakukan kesepakatn pasar terbuka memungkinkan masuknya pesaing asing ke dalam sektor konstruksi nasional.
Melalui kesepakatan GATT, APEC, dan AFTA, perusahaan-perusahaan konstruksi dari negara-negara tetangga dapat berkompetisi dalam merebut pasar konstruksi nasional, bila hal ini tidak disikapi dengan tepat akan mengancam keberadaan perusahaan-perusahaan konstruksi nasional.

Menteri Pekerjaan Umum RI Joko Kirmanto dalam sambutannya yang dibacakan staf ahli Dep.PU Bambang Guritno pada “International Conference on Construction Industry 2009 ( ICCI-2)  yang digelar Universitas Bung Hatta, Universiti Teknologi Malaysia, LPJK dan CIDB Malaysia di Padang Kamis (30/7) siang menyebutkan, inovasi teknologi di bidang konstruksi selama ini hanya mengandalkan Universitas atau Perguruan Tingi maupun Litbang Pemerintahan.
Maka dimasa mendatang tidak hanya dibatasi oleh unit-unit tersebut.

Sektor swasta termasuk industri diharapkan dapat memberikan konstribusi pembruan teknologi, hal itu tentunya memerlukan kreativitas dari orang-orang berbakat dan upya berbagai pengetahuan di antara pelaku konstruksi.

Sementara itu, Naib Canselor UTM prof. Datuk Dr. Ir. Zaini Ujang dalam sambutannya mengatakan, Malaysia tetap akan membutuhkan tenaga kerja Indonesia, khususnya dibidang industri konstruksi, karena menurutnya TKA asal Indonesia punya sikap dan semangat kerja yang lebih disukai pengguna jasa konstruksi, tetapi dengan syarat harus mempunyai sertifikasi keahlian agar upah yang diterima TKA asal Indonesia sama dengan tenaga ahli Malaysia.

Rektor Universitas Bung Hatta Prof. Dr. Ir. Hafrijal Syandri,MS mengatakan, sudah saat nya perguruan tinggi yang menghasilkan lulusan bidang konstruksi untuk meningkatkan diri, tidak lagi jago kandang dan berbicara konstruksi di seputaran kampus saja, namun sudah semestinya meningkatkan peran yang lebih luas.

Hafrijal juga mengatakan, seminar yang bertujuan untuk meningkatkan hubungan antara para pelaku usaha jasa konstruksi Indonesia dan Malaysia dalam menghadapi persaingan global dalam bidang jasa konstruksi, diharapkan terjadi pertukaran informasi antara kontraktor Indonesia dan Malaysia, sehingga memunculkan peluang untuk melakukan kerja sama lebih jauh di antara kedua belah pihak di masa depan.

Seminar itu sendiri akan berlansung selama 2 hari penuh, tak kurang dari 46 paper dan akan dipresentasikan secara parallel yang berasal dari 8 Perguruan Tinggi Indonesia yakni Univ.Brawijaya, Atmajaya, Politeknik Medan, Univ.Bengkulu, Univ.Lancang Kuning, Univ.Langlang Buana, ITP serta dari UBH sendiri. Sementara dari Malaysia berasal dari 5 perguruan tinggi Malaysia yakni dari UTM, UIA, USM, UTHM dan UMS..**(mantari)
 
< Prev   Next >

BERITA TERKINI

Sumbar akan punya Sekolah Internasional
05 September 2010 15:49
Sumbarterkini.com---Dalam rangka mewujudkan pelaksanaan kewajiban sesuai dengan amanat UU no 20/2008 tentang pendidikan nasional dimana setiap provinsi memiliki minimal satu sekolah Rintisan...
 
RAMADHAN YANG MENUNTUT PERUBAHAN

Oleh : Gamawan Fauzi RAMADHAN dikenal sebagai  bulan yang penuh berkah dan maghfirah, dan...
selengkapnya...

Another Articles

Share Facebook