RAMADHAN YANG MENUNTUT PERUBAHAN
Oleh : Gamawan Fauzi
RAMADHAN dikenal sebagai  bulan yang penuh berkah dan maghfirah, dan menjadi sarana bagi seluruh umat Islam untuk merubah diri melalui peningkatan kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Peningkatan keimanan dan ketaqwaan sebagai wujud perubahan yang berkelanjutan, seyogyanya memberikan multiplier effect yang besar terhadap meningkatnya kualitas kesalehan diri pribadi, keluarga dan masyarakat dari waktu ke waktu, yang pada gilirannya akan berdampak luas terhadap kualitas kehidupan sosial, ekonomi, dan spiritualitas di tengah-tengah masyarakat Islam dari waktu ke waktu.
Munculnya berbagai persoalan dalam kehidupan pribadi, berkeluarga maupun bermasyarakat selama ini, seringkali bersumber dari keengganan setiap orang untuk merubah diri menjadi lebih baik, tidak mau dan tidak mampu merespon secara positif berbagai perubahan  yang terjadi di lingkungan  sekitarnya. Evelyn Waugh menyatakan bahwa change is the only evidence of life (perubahan adalah pertanda kehidupan),  sehingga orang-orang yang mau dan mampu melakukan perubahan secara positif dapat dikatakan sebagai manusia yang mampu memaknai kehidupan.

Demikian pentingnya arti perubahan dalam proses kehidupan umat manusia, maka Allah subhanahu wa ta’ala juga telah menegaskan di dalam surah Ar Ra’d : 11 yang  artinya : “ Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”.

Tuntutan dan dorongan untuk selalu melakukan perubahan melalui peningkatan kualitas keimanan dan ketaqwaan umat Islam melalui aktivitas ibadah bulan Ramadhan, sesungguhnya juga secara tegas  telah digariskan di dalam Al Qur’an, yang artinya adalah, "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa" (QS Al Baqarah:183).

Umat Islam seyogyanya mampu memaknai perubahan sebagai sebuah konsekuensi logis dari ketidaksempurnaan hidup seorang umat manusia, sehingga mereka perlu secara terus menerus menyempurnakan diri, melalui aktivitas ibadah yang telah diwajibkan  Allah kepada seluruh umat manusia.

Bulan Ramadhan merupakan momentum yang sangat tepat  bagi segenap umat Islam untuk melakukan perubahan terhadap manajemen diri sendiri, kehidupan berkeluarga maupun manajemen kehidupan kolektif yang telah dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak hal yang masih perlu dirubah dalam tata kehidupan pribadi, bermasyarakat dan beragama seorang pribadi muslim dan muslimah, sebagai dampak dari berbagai persoalan yang terjadi selama siklus kehidupan yang terus berkembang.

Berbagai perilaku dan budaya hidup manusia, baik yang disengaja maupun tidak disengaja, tanpa mereka sadari ternyata tidak lagi relevan dengan nilai-nilai moral dan agama, yang seyogyanya menjadi pedoman hidup seorang umat beragama.  Disamping itu,  juga secara sadar atau tidak terjadi penyimpangan terhadap pemahaman dan pengamalan nilai-nilai agama dan sosial budaya.

Dalam konteks seperti inilah, kehadiran bulan suci Ramadhan setiap tahun merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi umat Islam untuk merubah dan mereposisi diri  menjadi manusia yang kaffah dengan menjalankan secara konsisten nilai-nilai kebenaran yang telah digariskan di dalam Al Qur’an dan Sunnah Rasul.

Perubahan kinerja pelayanan publik secara lebih baik di bulan Ramadhan ini, juga merupakan salah satu langkah positif yang perlu menjadi perhatian segenap aparatur Negara dan pemerintahan di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Bagi seorang pelayan publik, bulan Ramadhan dapat dijadikan momentum dan kesempatan untuk merubah perilaku dan budaya kerja yang selama ini seringkali mendapat sorotan masyarakat. Kecenderungan layanan publik yang selama ini berorientasi pada bureaucratic culture, sudah saatnya untuk ditransformasikan menjadi services culture, sehingga diharapkan akan mampu memperbaiki citra birokrasi publik di mata masyarakat secara lebih baik.

Setiap pribadi aparatur pemerintahan yang bertugas memberikan pelayanan publik di daerah ini, tentunya  senantiasa berharap agar dapat  bekerja dengan tenang, berkarier secara jelas, memiliki lingkungan kerja yang harmonis, serta mempunyai masa depan yang baik. Tetapi ketika lingkungan global dan dunia  berubah menjadi lebih kompetitif dan dinamis, maka seluruh aparatur pelayan publik juga dituntut harus  cepat berubah dan melakukan berbagai penyesuaian secara positif.

Sebagai daerah yang dikenal memiliki filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, seyogyanya berbagai potensi spritual yang dimiliki oleh setiap pribadi para penyelenggara layanan publik, perlu lebih dikembangkan secara optimal di dalam bulan Ramadhan tahun 1430 H ini, sehingga perubahan budaya kerja dalam sistem pelayanan publik akan dilandasi dengan semangat  fastabiqul khairat.

Melalui implementasi semangat spiritualitas yang telah tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat Sumatera Barat, diharapkan akan mampu mendorong keberanian semua pihak untuk merubah diri secara lebih komprehensif dan berkelanjutan, sehingga tidak menjadikan berbagai aktivitas ibadah di bulan Ramadhan 1430 H ini, hanya sekedar rutinitas ibadah  tahunan semata.

Marhabban ya Ramadhan, semoga rangkaian ibadah Ramadhan Tahun 1430 H yang akan kita jalani sebulan kedepan, akan mampu mengembangkan kualitas personality, behaviour, dan the sense of power  setiap pribadi, keluarga dan masyarakat di Sumatera Barat untuk melakukan perubahan secara lebih baik di masa depan,

Insya Allah......
 
Next >

BERITA TERKINI

Sumbar akan punya Sekolah Internasional
05 September 2010 15:49
Sumbarterkini.com---Dalam rangka mewujudkan pelaksanaan kewajiban sesuai dengan amanat UU no 20/2008 tentang pendidikan nasional dimana setiap provinsi memiliki minimal satu sekolah Rintisan...
 
RAMADHAN YANG MENUNTUT PERUBAHAN

Oleh : Gamawan Fauzi RAMADHAN dikenal sebagai  bulan yang penuh berkah dan maghfirah, dan...
selengkapnya...

Another Articles

Share Facebook