|
SUMBARTERKINI, PADANG -- Perlu kita kembangkan pembangunan Nagari di Sumatera Barat dengan menghimpun Dana Abadi yang pengunaan akan lebih realitas sesuai dengan kebutuhan yang diingin oleh masyarakat secara bertahap. Jadi setiap masyarakat nagari tersebut baik dirantau maupun di daerah hanya memberikan kontribusi yang jelas dan ikut berpartisipasi mengawasi pembangunan di nagarinya masing-masing. Kita telah kenal Gerakan Seribu Minang ( Gebu Minang ) dan banyak kegiatan sumbang-sumbangan lain dalam peningkatan pembangunan daerah yang kadang kala membuat kita lelah sendiri.
Ini disampaikan Gubernur Gamawan Fauzi saat menghadiri Silaturrahmi, Syukuran , Mubes Masyarakat Sungai Pua yang sekaligus meresmikan pemakaian gedung Balairuang Nagari Sungai Pua di Nagari Sungai Pua Kabupaten Agam , Minggu ( 27/9). Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Agam Drs. Aristo Minandar, Ketua Penggerak PKK Provinsi Ny. Vita Gamawan, Asisten Ekonomi dan Kesra Drs.Syafriyal, Kepala Biro Sospora Abdul Gafar,SE, Kepala BPM Sumbar, Ketua DPRD, Muspida Plus, Kepala SKPD dilingkungan Pemkab Agam, Tokoh-tokoh masyarakat Sungai Pua baik di daerah maupun di Rantau se Indonesia, Ninik Mamak, Bundo Kanduang dan lain-lain.
Lebih lanjut Gamawan menyampaikan, penghimpunan Dana Abadi ini hanya dilakukan satu kali bagi setiap orang yang pengelolaan pengunaannya secara berkesinambungan, yang pada prinsipnya dana ini tidak akan pernah habis hanya dikelola dengan baik dan profesional.
Jika ini dapat diwujudkan tentu setiap nagari akan bergerak secara lebih pasti dan bergairah karena ada dana yang membiaya kegiatan pembangunan dinagari secara lebih pasti dan terarah.
Saat ini Pemprov bersama DPRD Sumbar telah menetapkan sebuah Yayasan Bea Siswa Minangkabau dengan dana Abadi senilai 50 Miliar. Yayasan ini akan memberikan bea siswa bagi anak-anak cerdas yang miskin untuk meningkatkan pendidikan sebagai upaya melahirkan potensi SDM Sumatera Barat yang membanggakan di masa-masa mendatang, ungkapnya.
Gamawan Fauzi juga menyampaikan , acara silaturrahmi dan syukuran hari ini merupakan monumental membanggakan kita sebagai orang Sumbar yang membuktikan bahwa begitu banyak masyarakat kita yang telah meraih sukses di Rantau dan keinginan kuat untuk membangun nagarinya sendiri. Kebanggaan ini tentunya akan terus kita lestarikan sebagai potensi budaya dan kepribadian guna meningkatkan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat kita dalam pembangunan yang dilaksanakan.
Apa yang ada dan keberhasilan yang telah diperoleh masyarakat Nagari Sungai Pua, sesungguhnya dapat pula dipelajari dan menjadi motivasi oleh nagari-nagari di seluruh Sumbar. Silahkan lakukan study banding ke Nagari Sungai Pua ini, karena keberhasilan ini merupakan kebanggaan kita bersama masyarakat Sumbar. Jika saja semua nagari dapat berbuat yang sama dalam memajukan dan meningkatkan pembangunan terhadap nagarinya masing-masing tentu akan lebih membanggakan kita, himbaunya.
Untuk kegiatan Study banding itu Pemprov Sumbar bersama Pemkab Agam akan berupaya memberikan bantuan dana kepada Pemerintah Nagari Sungai Pua dalam melayani para tamu study banding, jangan nanti karena acara study banding ini dana nagari Sungai Pua hanya habis oleh kegiatan ini saja.
Hal ini juga terjadi selama ini pada daerah-daerah yang telah berhasil mendapat penghargaan, sehingga daerah ini pada tahun berikutnya tidak mampu berprestasi lagi. Kita ingin itu terjadi lagi dan berharap Nagari Sungai Pua terus memperlihat dan mampu mempertahankan prestasinya walaupun tidak diikutkan lagi dalam penilai tahun berikutnya sesuai dengan ketentuan penilaian, ujarnya
Bupati Agam Aristo Munandar dalam kesempatan itu menyampaikan, pembangunan Balairuang Nagari Sungai Pua yang bernilai lebih dari Rp. 1,3 Miliar merupakan sebuah kebanggaan dan patut di contoh oleh nagari-nagari lain di daerah ini. Ini merupakan kesukseskan pemberdayaan kerjasama masyarakat daerah dengan para perantaunya serta tanda kebanggaan membangun kampung halaman yang ada dalam dada setiap anak nagari kita saat ini.
Dalam pengembangan pembangunan nagari kita akan tetap berpedoman pada falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Syarak ( ABS-SBK ), karena ini merupakan landasan yang membuat kita mampu menatap masa datang Sumatera Barat yang lebih baik dimasa-masa mendatang. Kita juga akan terus meningkatkan peranan Ninik Mamak, Bundo Kanduang, Cadiak Pandai dan Alim Ulama dalam pemberdayaan masyarakat, sehingga kita mampu mempertahankan sendi-sendi agama, adat dan budaya dalam membangkitkan potensi diri, daerah dan para generasi muda untuk berbuat terbaik bagi negeri ini, ajaknya. (HS)
|