SUMBARTERKINI, Bukittinggi — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bukittinggi kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan tahap kedua kepada masyarakat terdampak bencana alam di kawasan Maninjau, Kabupaten Agam, pada Sabtu, 13 Desember 2025.
Penyaluran bantuan ini merupakan kelanjutan dari aksi kemanusiaan tahap pertama yang sebelumnya telah dilakukan di wilayah Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, yang terdampak longsor dan banjir bandang. Pada tahap kedua ini, HMI Bukittinggi menyalurkan bantuan berupa sembako dan kebutuhan dasar lainnya langsung ke lokasi pengungsian serta rumah-rumah warga terdampak.

Ketua Umum HMI Cabang Bukittinggi, Ahmad Zaki, menyampaikan bahwa terdapat tiga titik lokasi yang menjadi sasaran penyaluran bantuan di kawasan Maninjau, yakni Nagari Bayua, Bancah, dan Koto Kaciak. Ketiga wilayah tersebut dinilai mengalami dampak kerusakan yang cukup parah akibat bencana.
“Bantuan ini kami salurkan langsung kepada masyarakat yang terdampak di tiga nagari, sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial HMI terhadap kondisi kemanusiaan di Agam,” ujar Ahmad Zaki.
Lebih lanjut, Ahmad Zaki juga menegaskan bahwa HMI Bukittinggi akan kembali menyalurkan bantuan lanjutan dalam waktu dekat. Selain bantuan logistik, HMI Bukittinggi juga berencana melaksanakan kegiatan trauma healing bagi warga, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, di sejumlah wilayah terdampak bencana di sekitar Agam dan Bukittinggi.
“Kami tidak hanya fokus pada bantuan fisik, tetapi juga pemulihan psikologis masyarakat terdampak. Dalam waktu dekat, kami akan turun langsung untuk melaksanakan kegiatan trauma healing,” tambahnya.
HMI Bukittinggi berharap aksi kemanusiaan ini dapat meringankan beban masyarakat serta mempercepat proses pemulihan pascabencana di wilayah terdampak.









