SUMBARTERKINI, Padang Panjang – Arus transportasi di jalur utama Padang–Bukittinggi lumpuh total setelah banjir bandang (galodo) menerjang kawasan Silaing, Kota Padang Panjang, Kamis siang (27/11/2025). Peristiwa yang terjadi di sekitar Gerbang Kota Padang Panjang hingga Jembatan Kembar Silaing itu menyapu badan jalan dengan material lumpur, batu, dan pepohonan.
Berdasarkan rekaman video yang beredar, debit air dari arah hulu meningkat tajam dan membawa material besar hingga menutup seluruh ruas jalan. Hantaman galodo berlangsung cepat, membuat pengendara yang sedang melintas panik dan memilih menghentikan kendaraan demi menghindari arus deras.

Kondisi tersebut menyebabkan seluruh kendaraan dari dua arah tidak dapat bergerak. Petugas kepolisian segera menutup jalur dan memasang garis pengamanan untuk mencegah masyarakat mendekati lokasi.
Kanit 2 Satuan PJR Ditlantas Polda Sumbar, Iptu Omrizal, membenarkan kejadian ini. Ia menyebutkan bahwa akses belum dapat dibuka karena material galodo menumpuk tebal di badan jalan. “Kami sudah menurunkan personel untuk melakukan pengaturan lalu lintas dan mengarahkan pengendara ke jalur alternatif. Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti arahan petugas,” ujarnya.
BPBD bersama dinas PU, relawan, dan TNI-Polri tengah bekerja melakukan pembersihan material. Proses diperkirakan memakan waktu karena volume lumpur dan batu dinilai cukup besar. Sementara itu, warga sekitar diminta meningkatkan kewaspadaan karena cuaca masih berpotensi memicu galodo susulan.
Sekitar pukul 18.20 WIB, tim gabungan mengevakuasi jenazah sejumlah korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang untuk identifikasi. Hingga malam hari, tujuh korban telah ditemukan dan teridentifikasi, yakni:
- Nilmawati, 59 tahun
- Riki Saputra, 38 tahun
- Junimar, 52 tahun
- Agung Purnomo, 30 tahun
- Silvi Marta Putri, 20 tahun
- Roby Handaryo, 42 tahun
- Fariz, 6 tahun
Petugas menduga masih ada korban lain yang tertimbun material atau terbawa arus mengingat kekuatan galodo yang menghantam wilayah tersebut cukup besar.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk menunda perjalanan melalui rute Padang–Bukittinggi dan terus memantau perkembangan resmi dari pihak berwenang. Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi dan pembersihan jalur masih terus berlangsung.









