Menu

Dark Mode
Geothermal Hadirkan Manfaat Nyata bagi Masyarakat dan Lingkungan Wabup Solok Tinjau Jalan Amblas di Sariak Alahan Tigo, Opsi Jembatan Bailey Jadi Solusi Sementara Bupati Solok Raih Doktor Honoris Causa dari Asean University Internasional Malaysia Mahasiswa Pariaman Gelar Turnamen Mobile Legends Antar Kampus dan OKP Pemkab Solok Serahkan Dokumen R3P kepada BNPB pada Rakor Sinergitas R3P Sumbar 2025 Di Tengah Hektar Ladang Jagung, Kapolres Sijunjung Menjaga Masa Depan Pangan Negeri

Sumatera Barat

Kecelakaan Maut di Padang: Tabrakan Kereta Api Dengan Mobil Brio, 2 Pelajar Meninggal Dunia

badge-check


					Kecelakaan Maut di Padang: Tabrakan Kereta Api Dengan Mobil Brio, 2 Pelajar Meninggal Dunia Perbesar

SUMBARTERKINI.COM, KOTA PADANG — Kecelakaan tragis menimpa sebuah minibus yang mengangkut tujuh siswi SMAN 10 Padang saat tertabrak kereta api Minangkabau Ekspres di perlintasan tanpa palang pintu di Jati Koto Panjang, Kecamatan Padang Timur, Kamis (21/8/2025) sekitar pukul 11.30 WIB. Insiden tersebut menyebabkan mobil terseret sejauh 10 meter dan mengakibatkan dua korban meninggal serta lima lainnya luka-luka.

Salah satu korban meninggal adalah Nabila Khairunisa, putri sulung Kapolres Solok Kota, AKBP Mas’ud Ahmad. Korban kedua, Alya Azzura, meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUP M. Djamil Padang pada pukul 13.00 WIB.

Jenazah Nabila sempat disemayamkan di kediaman keluarga di Parak Karakah, Padang, sebelum kemudian dibawa ke kampung halaman ibunya di Kabupaten Pesisir Selatan untuk dimakamkan.

Dalam suasana duka, Kapolres Solok Kota, AKBP Mas’ud Ahmad, menyampaikan kesedihan mendalam atas kepergian putrinya. Ia mengungkapkan,

“Nabila adalah harapan dan doa kami. Kehilangan ini sangat berat, namun kami pasrah menerima ketetapan Tuhan.”

Kronologi kecelakaan bermula saat mobil yang membawa para pelajar melintasi rel kereta tanpa pengamanan palang pintu. Warga sekitar menyatakan bahwa perlintasan ini memang dikenal rawan kecelakaan. Diduga pengemudi tidak menyadari kereta yang melaju sehingga terjadi tabrakan. Lima pelajar yang selamat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Menanggapi peristiwa ini, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, mengimbau agar seluruh perlintasan sebidang di daerah tersebut segera dievaluasi, termasuk pemasangan palang pintu dan sistem peringatan yang memadai. Ia juga menekankan perlunya penegakan aturan bagi masinis agar membunyikan klakson jauh-jauh hari sebagai tanda peringatan.

Sementara itu, PT KAI Divre II Sumatera Barat menyampaikan belasungkawa dan berkomitmen untuk meningkatkan sistem keselamatan serta edukasi bagi masyarakat pengguna perlintasan kereta api.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi pentingnya pengamanan perlintasan kereta api agar tragedi serupa tidak terulang. Kehilangan putri dari seorang aparat kepolisian menambah berat duka sekaligus menegaskan urgensi perbaikan keselamatan di daerah tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Geothermal Hadirkan Manfaat Nyata bagi Masyarakat dan Lingkungan

25 January 2026 - 03:50 WIB

Wabup Solok Tinjau Jalan Amblas di Sariak Alahan Tigo, Opsi Jembatan Bailey Jadi Solusi Sementara

23 January 2026 - 02:44 WIB

Bupati Solok Raih Doktor Honoris Causa dari Asean University Internasional Malaysia

19 January 2026 - 02:37 WIB

Mahasiswa Pariaman Gelar Turnamen Mobile Legends Antar Kampus dan OKP

9 January 2026 - 14:43 WIB

Pemkab Solok Serahkan Dokumen R3P kepada BNPB pada Rakor Sinergitas R3P Sumbar 2025

8 January 2026 - 16:57 WIB

Trending on Headline