Menu

Dark Mode
Bupati Solok Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Panen Raya Cengkeh di Nagari Paninggahan, Gubernur Sumbar dan Bupati Solok Dorong Penguatan Infrastruktur serta Pemulihan Ekonomi Pascabencana ‎Pemerintah Kabupaten Solok Gelar Malam Takbiran Hari Raya Idul Adha 1447 H Bupati Solok Sidak Pasar Agropolitan Sungai Nanam, Tegaskan Penanganan Sampah dan Percepatan Penyelesaian Koperasi Merah Putih Presma IAI Sumbar Usulkan Keringanan UKT bagi Mahasiswa Aktif Organisasi dan Duta Kampus Presiden Mahasiswa IAI Sumbar Usulkan Keringanan UKT bagi Pengurus Organisasi dan Duta Kampus

Dharmasraya

Aktivitas PETI Gunakan Alat Berat di Dharmasraya Meningkat, Sungai Batanghari Terancam

badge-check


					Aktivitas PETI Gunakan Alat Berat di Dharmasraya Meningkat, Sungai Batanghari Terancam Perbesar

Dharmasraya — Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, dilaporkan mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Tidak lagi didominasi peralatan sederhana, kini aktivitas penambangan mulai menggunakan alat berat di sejumlah titik sepanjang aliran Sungai Batanghari.

Berdasarkan informasi yang dihimpun pada 10 April 2026, aktivitas tersebut terpantau di wilayah Nagari IV Koto Dibawuah, Kecamatan IX Koto. Sebelumnya, penambangan di kawasan itu umumnya dilakukan dengan mesin dompeng berskala kecil. Namun, kini pola operasional berubah menjadi lebih masif dan terorganisir.

Di lapangan, sedikitnya dua unit alat berat jenis ekskavator terlihat beroperasi di pinggiran Sungai Batanghari, tepatnya di sekitar Bendungan Batu Bakawik hingga mengarah ke wilayah Sungai Dareh. Aktivitas ini disebut semakin intensif dalam beberapa hari terakhir dan berpotensi bertambah dalam waktu dekat.

Peningkatan penggunaan alat berat tersebut diduga melibatkan pihak-pihak dengan dukungan modal dan jaringan yang lebih kuat, sehingga mampu menjalankan operasi dalam skala lebih besar dibandingkan sebelumnya.

Dari sisi lingkungan, aktivitas PETI ini mulai menimbulkan dampak nyata. Air Sungai Batanghari dilaporkan mengalami peningkatan kekeruhan, yang berpotensi mengganggu ekosistem perairan. Selain itu, penggunaan alat berat di kawasan aliran sungai juga dikhawatirkan mempercepat kerusakan bantaran sungai, memicu abrasi, serta meningkatkan risiko bencana turunan.

Tidak hanya itu, kondisi ini juga berpotensi memicu konflik kepentingan antar kelompok masyarakat maupun pihak-pihak yang terlibat dalam aktivitas penambangan ilegal tersebut.

Di sisi lain, aktivitas yang berlangsung relatif tanpa hambatan ini menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat. Lemahnya pengawasan dan penegakan hukum dinilai dapat memperburuk situasi serta mendorong semakin meluasnya praktik PETI di wilayah tersebut.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari Aparat Penegak Hukum mengenai langkah penanganan terhadap peningkatan aktivitas penambangan ilegal tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

‎Pemerintah Kabupaten Solok Gelar Malam Takbiran Hari Raya Idul Adha 1447 H

27 May 2026 - 11:55 WIB

Bupati Solok Sidak Pasar Agropolitan Sungai Nanam, Tegaskan Penanganan Sampah dan Percepatan Penyelesaian Koperasi Merah Putih

26 May 2026 - 02:50 WIB

Presma IAI Sumbar Usulkan Keringanan UKT bagi Mahasiswa Aktif Organisasi dan Duta Kampus

25 May 2026 - 15:00 WIB

Presiden Mahasiswa IAI Sumbar Usulkan Keringanan UKT bagi Pengurus Organisasi dan Duta Kampus

25 May 2026 - 12:17 WIB

Jelang Iduladha, Pemkab Solok Pastikan Stok dan Harga Sapi Kurban Tetap Stabil

22 May 2026 - 05:22 WIB

Trending on Kabupaten Solok