Menu

Dark Mode
Perda Penataan Organisasi Disahkan, Pemko Bukittinggi Perkuat Reformasi Birokrasi Penolakan Masyarakat Sumatera Barat terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol Padang–Pekanbaru: Dinamika Sosial, Adat, dan Tantangan Pembangunan Bupati Solok Pimpin FGD Jaga Kondusivitas Pemilihan Wali Nagari Serentak di 23 Nagari Bupati Solok dan Bupati Tanah Datar Gelar Pertemuan Kedua, Sepakati Dukungan Pembangunan Batalyon TP 951 Serah Terima Jabatan Sekretaris dan Kepala Bidang pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Solok Berlangsung Khidmat Presiden Mahasiswa IAI Sumbar Alka Ta’ah Mantap Maju Calon Wali Nagari Aripan

Dharmasraya

Aktivitas PETI Gunakan Alat Berat di Dharmasraya Meningkat, Sungai Batanghari Terancam

badge-check


					Aktivitas PETI Gunakan Alat Berat di Dharmasraya Meningkat, Sungai Batanghari Terancam Perbesar

Dharmasraya — Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, dilaporkan mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Tidak lagi didominasi peralatan sederhana, kini aktivitas penambangan mulai menggunakan alat berat di sejumlah titik sepanjang aliran Sungai Batanghari.

Berdasarkan informasi yang dihimpun pada 10 April 2026, aktivitas tersebut terpantau di wilayah Nagari IV Koto Dibawuah, Kecamatan IX Koto. Sebelumnya, penambangan di kawasan itu umumnya dilakukan dengan mesin dompeng berskala kecil. Namun, kini pola operasional berubah menjadi lebih masif dan terorganisir.

Di lapangan, sedikitnya dua unit alat berat jenis ekskavator terlihat beroperasi di pinggiran Sungai Batanghari, tepatnya di sekitar Bendungan Batu Bakawik hingga mengarah ke wilayah Sungai Dareh. Aktivitas ini disebut semakin intensif dalam beberapa hari terakhir dan berpotensi bertambah dalam waktu dekat.

Peningkatan penggunaan alat berat tersebut diduga melibatkan pihak-pihak dengan dukungan modal dan jaringan yang lebih kuat, sehingga mampu menjalankan operasi dalam skala lebih besar dibandingkan sebelumnya.

Dari sisi lingkungan, aktivitas PETI ini mulai menimbulkan dampak nyata. Air Sungai Batanghari dilaporkan mengalami peningkatan kekeruhan, yang berpotensi mengganggu ekosistem perairan. Selain itu, penggunaan alat berat di kawasan aliran sungai juga dikhawatirkan mempercepat kerusakan bantaran sungai, memicu abrasi, serta meningkatkan risiko bencana turunan.

Tidak hanya itu, kondisi ini juga berpotensi memicu konflik kepentingan antar kelompok masyarakat maupun pihak-pihak yang terlibat dalam aktivitas penambangan ilegal tersebut.

Di sisi lain, aktivitas yang berlangsung relatif tanpa hambatan ini menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat. Lemahnya pengawasan dan penegakan hukum dinilai dapat memperburuk situasi serta mendorong semakin meluasnya praktik PETI di wilayah tersebut.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari Aparat Penegak Hukum mengenai langkah penanganan terhadap peningkatan aktivitas penambangan ilegal tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Presiden Mahasiswa IAI Sumbar Alka Ta’ah Mantap Maju Calon Wali Nagari Aripan

23 June 2026 - 08:51 WIB

Apel Siaga Sensus Ekonomi Tahun 2026Kabupaten Solok Siap Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

23 June 2026 - 08:45 WIB

Bupati Solok Pimpin Rapat Evaluasi Penanganan Bencana Hidrometeorologi di Kabupaten Solok

23 June 2026 - 08:42 WIB

Proyek Geothermal Dorong Kemandirian Energi dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

21 June 2026 - 08:32 WIB

Dukungan Penuh Bupati Solok Jadi Motivasi Atlet Sepak Bola dan Shorinji Kempo

21 June 2026 - 08:19 WIB

Trending on Kabupaten Solok