SUMBARTERKINI.COM, SOLOK – Ajang Law Debate Competition 2026 tingkat SMA/MA sederajat di Kota Solok resmi dimulai pada Selasa (5/5/2026). Sebanyak 16 tim ambil bagian dalam kompetisi ini untuk memperebutkan posisi di babak semifinal, dengan sejumlah hasil pertandingan yang cukup mengejutkan.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Mahaputra Muhammad Yamin (UMMY) Solok. Tema debat yang diangkat berkaitan dengan isu-isu hukum yang dekat dengan kehidupan pelajar, seperti penegakan hukum, hukuman mati, kebijakan zonasi pendidikan, hingga dampak penggunaan gadget dan aktivitas pertambangan ilegal.

Rektor UMMY Solok, Dr. Rica Mega Sari, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi pelajar untuk mengembangkan pola pikir kritis serta kemampuan berargumentasi. Ia juga menilai antusiasme peserta cukup tinggi setelah kegiatan ini sempat tidak digelar beberapa waktu lalu.
Dari babak penyisihan, delapan tim berhasil melangkah ke semifinal. Salah satu hasil yang mencuri perhatian adalah kemenangan tim putra Pondok Pesantren Al Madinah Talang yang berhasil menyingkirkan tim unggulan dari SMAN 1 Kota Solok. Selain itu, pertandingan sengit juga terjadi saat MAN 1 Solok mengalahkan SMAN 3 Kota Solok dalam laga yang dianggap sebagai final dini.
Perwakilan dari Kabupaten Solok mendominasi babak semifinal dengan lima tim yang berhasil lolos, yakni Pondok Pesantren Al Madinah Talang, MAN 2 Solok (Singkarak), SMAN 1 Kubung, MAN 1 Solok, serta SMAN 1 Bukit Sundi.
Pada babak semifinal kategori putra, Pondok Pesantren Al Madinah Talang akan berhadapan dengan MAN Kota Solok, sementara SMAN 3 Kota Solok akan bertemu MAN 2 Solok. Di kategori putri, SMAN 1 Kubung dijadwalkan melawan SMAN 4 Kota Solok, dan MAN 1 Solok akan menghadapi SMAN 1 Bukit Sundi.
Ketua panitia, Mutia Nada Kasturi, menjelaskan bahwa kompetisi ini dirancang untuk melatih kemampuan berpikir kritis sekaligus meningkatkan keberanian pelajar dalam menyampaikan pendapat secara logis dan terstruktur.
Sementara itu, Ketua Meester Yamin Law Center, Rijal Islamy, menekankan pentingnya pemahaman hukum bagi generasi muda sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Kompetisi ini tidak memungut biaya pendaftaran dan menyediakan hadiah berupa trofi, sertifikat, serta uang pembinaan bagi para pemenang. Babak semifinal dijadwalkan berlangsung pada Rabu (6/5/2026) pagi, dilanjutkan dengan partai final di hari yang sama.










