Menu

Dark Mode
Perda Penataan Organisasi Disahkan, Pemko Bukittinggi Perkuat Reformasi Birokrasi Penolakan Masyarakat Sumatera Barat terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol Padang–Pekanbaru: Dinamika Sosial, Adat, dan Tantangan Pembangunan Bupati Solok Pimpin FGD Jaga Kondusivitas Pemilihan Wali Nagari Serentak di 23 Nagari Bupati Solok dan Bupati Tanah Datar Gelar Pertemuan Kedua, Sepakati Dukungan Pembangunan Batalyon TP 951 Serah Terima Jabatan Sekretaris dan Kepala Bidang pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Solok Berlangsung Khidmat Presiden Mahasiswa IAI Sumbar Alka Ta’ah Mantap Maju Calon Wali Nagari Aripan

Headline

Waspada Rabies! 10 Warga Padang Pariaman Diserang Anjing Liar Diduga Terinfeksi

badge-check


					Waspada Rabies! 10 Warga Padang Pariaman Diserang Anjing Liar Diduga Terinfeksi Perbesar

SUMBARTERKINI.COM, PADANG PARIAMAN – Suasana mencekam menyelimuti Korong Asam Pulau, Nagari Anduriang, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, setelah seekor anjing liar diduga terinfeksi rabies menyerang dan melukai 10 warga dalam rentang dua hari, 20 hingga 21 Agustus 2025.

Penjabat Wali Nagari Asam Pulau, Henyunis, menjelaskan bahwa serangan pertama terjadi pada Rabu, 20 Agustus 2025, saat seorang remaja digigit saat bermain. Tak lama berselang, korban lainnya mulai berjatuhan. Serangan kembali terjadi keesokan harinya, menambah jumlah korban hingga total mencapai 10 orang. Anjing pelaku akhirnya berhasil ditemukan dan dimusnahkan oleh warga untuk mencegah serangan lanjutan.

Tindakan cepat pun dilakukan oleh pihak kepolisian yang berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan serta Dinas Kesehatan guna menangani situasi darurat ini. Kapolsek 2×11 Enam Lingkung, Iptu Deni Kurniawan, mengimbau warga agar lebih waspada, khususnya saat beraktivitas di luar rumah. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan vaksinasi hewan peliharaan sebagai bentuk perlindungan dini terhadap rabies.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Anduriang, Afrita Sefen, memastikan seluruh korban gigitan telah mendapat penanganan medis. Mereka langsung diberikan vaksin anti-rabies dan saat ini dalam tahap observasi. Sembilan orang telah diperbolehkan pulang, sedangkan satu korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit rujukan. Afrita menekankan pentingnya penanganan cepat bagi korban gigitan hewan, terutama jika hewan tersebut menunjukkan gejala rabies. Ia juga mengingatkan bahwa Puskesmas Sicincin menjadi pusat rujukan rabies di wilayah Padang Pariaman.

Insiden ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat mengenai bahaya rabies dan pentingnya vaksinasi hewan peliharaan seperti anjing, kucing, dan kera. Virus rabies dapat menyebar melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi, dan berisiko fatal jika tidak segera ditangani. Pemerintah daerah melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan terus menggencarkan program vaksinasi dan edukasi untuk mencegah penyebaran virus mematikan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Perda Penataan Organisasi Disahkan, Pemko Bukittinggi Perkuat Reformasi Birokrasi

20 July 2026 - 15:45 WIB

Bupati Solok Pimpin FGD Jaga Kondusivitas Pemilihan Wali Nagari Serentak di 23 Nagari

30 June 2026 - 04:46 WIB

Bupati Solok dan Bupati Tanah Datar Gelar Pertemuan Kedua, Sepakati Dukungan Pembangunan Batalyon TP 951

29 June 2026 - 04:44 WIB

Serah Terima Jabatan Sekretaris dan Kepala Bidang pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Solok Berlangsung Khidmat

25 June 2026 - 04:42 WIB

Presiden Mahasiswa IAI Sumbar Alka Ta’ah Mantap Maju Calon Wali Nagari Aripan

23 June 2026 - 08:51 WIB

Trending on Headline