Menu

Dark Mode
Prioritaskan Kepuasan Konsumen, SPBU Pulau Punjung Komitmen Jaga Mutu Layanan Jalan Penghubung Antar Nagari rusak parah warga Sindir Pemkab Dharmasraya seolah cuek Pembekalan Dan Buka Bersama Tim Safari Ramadhan (TSR) Kabupaten Solok Di Masjid Agung Darussalam Islamic Center Bupati Solok Dampingi Andre Rosiade Resmikan Tower BTS di Nagari Garabak Data Bupati Solok Bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Solok Lakukan Aksi Donor Darah di GOR H. Agus Salim Padang Bupati Solok Hadiri Halal Bihalal Masyarakat Nagari Koto Laweh Sambut Bulan Suci Ramadhan

News

Aksi Solidaritas Mahasiswa dan Ojek Online Bukittinggi Gelar Aksi Tuntut Keadilan

badge-check


					Aksi Solidaritas Mahasiswa dan Ojek Online Bukittinggi Gelar Aksi Tuntut Keadilan Perbesar

SUMBARTERKINI, Bukittinggi — Ribuan warga Bukittinggi yang terdiri dari mahasiswa, komunitas ojek online, serta berbagai elemen masyarakat turun ke jalan menggelar aksi damai dari Tugu Polwan menuju Mapolresta Bukittinggi pada Sabtu (30/8). Aksi ini lahir dari keprihatinan atas kasus kematian Affan Kurniawan yang viral dan menimbulkan desakan agar proses hukum berjalan transparan serta adil.

Massa aksi bergerak dari Tugu Polwan menuju Mapolresta Bukittinggi (Dokumentasi Istimewa)

Aksi dipimpin oleh M. Fatih Ahtady selaku koordinator bersama Armen, Ketua Aliansi Panglima Jalur Bukittinggi. Peserta aksi berasal dari komunitas ojol, mahasiswa dari sejumlah kampus di Bukittinggi, organisasi mahasiswa seperti GMNI, HMI, IMM, hingga pelajar SMKN 1 Bukittinggi.

Dalam orasinya, Presiden Mahasiswa UIN SMDD Bukittinggi Ghazi Falih menegaskan perlunya reformasi di tubuh Polri dan TNI serta mendesak pencopotan Kapolri.

“Citra kepolisian sudah sangat buruk. Kami berharap aspirasi ini disampaikan langsung ke pusat,” ujarnya.

(Dokumentasi Istimewa)

Presiden Mahasiswa Universitas Fort De Kock Agil Pratama menyebut DPR sebagai aktor utama yang mengadu domba masyarakat dengan aparat. Sementara Ketua HMI Cabang Bukittinggi Ahmad Zaki menyoroti hilangnya rasa kemanusiaan elite politik dan mendesak penindakan kasus penimbunan solar serta tambang ilegal di wilayah Bukittinggi dan Agam.

Koordinator aksi, M. Fatih Ahtady, membacakan tuntutan massa, antara lain penghentian tindakan represif aparat, evaluasi standar pengamanan aksi, transparansi pelayanan publik, serta penghentian praktik tilang ilegal. Mereka juga menuntut pengusutan tuntas kasus kematian Affan bersama Komnas HAM dan pemberhentian tidak hormat bagi aparat yang terlibat.

Menanggapi tuntutan tersebut, Kapolresta Bukittinggi Kombes Pol Ruly Indra Wijayanto menyampaikan permohonan maaf.

“Atas nama Polresta, kami menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya almarhum Affan. Kami juga memohon maaf jika ada tindakan berlebihan dalam pengamanan,” katanya.

Ruly menambahkan, saat ini proses hukum sedang berjalan dan tujuh tersangka telah ditetapkan serta akan diproses melalui disiplin dan kode etik kepolisian. Aksi ditutup dengan penandatanganan tuntutan bersama sebagai bentuk komitmen tindak lanjut.

Fatih menegaskan, aksi hari ini hanyalah awal. Senin (1/9) mendatang, ribuan massa akan kembali turun ke jalan dalam aksi solidaritas jilid dua di depan DPRD Bukittinggi. Mereka menegaskan tidak akan berhenti bersuara hingga tuntutan keadilan benar-benar dikabulkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bupati Solok Dampingi Andre Rosiade Resmikan Tower BTS di Nagari Garabak Data

20 February 2026 - 03:58 WIB

Bupati Solok Hadiri Halal Bihalal Masyarakat Nagari Koto Laweh Sambut Bulan Suci Ramadhan

17 February 2026 - 03:55 WIB

Digerebek Siang Bolong, Diduga 6 Pelaku Judi Kartu Diciduk Satreskrim Polres Sijunjung dalam Ops Pekat 2026

12 February 2026 - 14:34 WIB

Pemkab Solok Upayakan Kepastian Hukum Tanah Ex HGU PT Danau Diatas Makmur

4 February 2026 - 09:09 WIB

Geothermal Hadirkan Manfaat Nyata bagi Masyarakat dan Lingkungan

25 January 2026 - 03:50 WIB

Trending on Entertainment