Menu

Dark Mode
Perda Penataan Organisasi Disahkan, Pemko Bukittinggi Perkuat Reformasi Birokrasi Penolakan Masyarakat Sumatera Barat terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol Padang–Pekanbaru: Dinamika Sosial, Adat, dan Tantangan Pembangunan Bupati Solok Pimpin FGD Jaga Kondusivitas Pemilihan Wali Nagari Serentak di 23 Nagari Bupati Solok dan Bupati Tanah Datar Gelar Pertemuan Kedua, Sepakati Dukungan Pembangunan Batalyon TP 951 Serah Terima Jabatan Sekretaris dan Kepala Bidang pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Solok Berlangsung Khidmat Presiden Mahasiswa IAI Sumbar Alka Ta’ah Mantap Maju Calon Wali Nagari Aripan

Headline

Koperasi Desa Merah Putih Kab. Solok Jadi Pelopor Nasional: Inovasi, Kolaborasi dan Tantangan Pemberdayaan Ekonomi Nagari

badge-check


					Koperasi Desa Merah Putih Kab. Solok Jadi Pelopor Nasional: Inovasi, Kolaborasi dan Tantangan Pemberdayaan Ekonomi Nagari Perbesar

SUMBARTERKINI.COM, KABUPATEN SOLOK – Gerakan transformasi ekonomi desa terus menggeliat di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Dalam kurun waktu hanya dua bulan, Pemerintah Kabupaten Solok berhasil membentuk dan mengesahkan 74 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) melalui pendekatan berbasis Musyawarah Nagari, menjadikannya daerah tercepat se-Sumatera Barat dalam pelaksanaan program nasional koperasi tersebut.

Namun, di balik kecepatan pembentukan itu, terdapat tantangan serius yang tengah dihadapi, yaitu keterbatasan sumber daya manusia (SDM) pengurus koperasi. Mayoritas pengurus adalah generasi muda dengan latar belakang pendidikan minimal D3, yang sayangnya tidak semuanya mampu bertahan sebagai pengurus. Banyak dari mereka memilih mundur ketika mendapatkan pekerjaan lain yang dianggap lebih menjanjikan.

Kondisi ini memaksa pengurus dan anggota KDMP untuk melakukan musyawarah internal demi mengisi kembali kekosongan kepengurusan. Langkah ini menegaskan pentingnya penguatan kelembagaan dan kapasitas pengurus agar koperasi dapat berjalan secara berkelanjutan. Pendanaan awal koperasi bersumber dari dana desa senilai Rp10 juta per unit untuk kebutuhan dasar operasional. Di tengah keterbatasan itu, KDMP terus menggali potensi lokal dengan beragam usaha, seperti produksi pupuk organik di Batang Barus, pengolahan buah melon dan semangka serta tepung ubi jalar di Muaro Pingai, serta pemanfaatan produk pangan lain yang muncul dari inisiatif masyarakat.

Meski menghadapi berbagai hambatan, terutama masalah pengelolaan SDM pengurus, KDMP Kabupaten Solok tetap diyakini sebagai kekuatan baru yang mampu menggerakkan ekonomi desa secara mandiri dan berkelanjutan. Penguatan kapasitas pengurus menjadi kunci agar koperasi ini dapat bertumbuh dan berkontribusi nyata bagi kemajuan desa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Perda Penataan Organisasi Disahkan, Pemko Bukittinggi Perkuat Reformasi Birokrasi

20 July 2026 - 15:45 WIB

Bupati Solok Pimpin FGD Jaga Kondusivitas Pemilihan Wali Nagari Serentak di 23 Nagari

30 June 2026 - 04:46 WIB

Bupati Solok dan Bupati Tanah Datar Gelar Pertemuan Kedua, Sepakati Dukungan Pembangunan Batalyon TP 951

29 June 2026 - 04:44 WIB

Serah Terima Jabatan Sekretaris dan Kepala Bidang pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Solok Berlangsung Khidmat

25 June 2026 - 04:42 WIB

Presiden Mahasiswa IAI Sumbar Alka Ta’ah Mantap Maju Calon Wali Nagari Aripan

23 June 2026 - 08:51 WIB

Trending on Headline