SUMBARTERKINI.COM, SOLOK – Menjelang purnatugas sebagai Presiden Mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Sumatera Barat, Alka Ta’ah tak memilih rehat. Tokoh muda ini justru mengambil lompatan besar dengan pulang kampung dan mencalonkan diri sebagai Wali Nagari Aripan, Kabupaten Solok.
Langkah berani ini didasari oleh panggilan jiwa untuk mentransformasi tanah kelahirannya. Alka membawa visi besar yang berfokus pada penguatan fondasi keagamaan, pelestarian nilai adat, pemberdayaan pemuda, hingga akselerasi pembangunan infrastruktur nagari. Ia meyakini, rekam jejaknya dalam memimpin ribuan mahasiswa di kampus merupakan modal berharga untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan nagari yang lebih inovatif, transparan, dan partisipatif.

”Sebagai putra daerah, panggilan untuk membangun Nagari Aripan adalah sebuah tanggung jawab moral. Saya ingin menghadirkan perubahan nyata melalui sinergi yang kuat antara adat, agama, dan energi generasi muda,” tegas Alka.
Kehadiran Alka di bursa pencalonan sontak menuai atensi publik, sekaligus menjadi angin segar bagi lanskap kepemimpinan nagari. Banyak pihak, khususnya kalangan milenial, melihat sosoknya sebagai representasi pemimpin muda yang berani turun tangan. Ia berkomitmen penuh untuk menyulap Nagari Aripan menjadi kawasan yang religius, berbudaya, nyaman, tertata, dan sejahtera secara ekonomi.
Majunya Alka Ta’ah membuktikan sebuah pergeseran paradigma bahwa kiprah mahasiswa tidak lagi terbatas di ruang kuliah dan organisasi kampus, melainkan siap berdiri di garda terdepan untuk mendedikasikan diri bagi kemajuan masyarakat di akar rumput.













