Menu

Dark Mode
Perda Penataan Organisasi Disahkan, Pemko Bukittinggi Perkuat Reformasi Birokrasi Penolakan Masyarakat Sumatera Barat terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol Padang–Pekanbaru: Dinamika Sosial, Adat, dan Tantangan Pembangunan Bupati Solok Pimpin FGD Jaga Kondusivitas Pemilihan Wali Nagari Serentak di 23 Nagari Bupati Solok dan Bupati Tanah Datar Gelar Pertemuan Kedua, Sepakati Dukungan Pembangunan Batalyon TP 951 Serah Terima Jabatan Sekretaris dan Kepala Bidang pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Solok Berlangsung Khidmat Presiden Mahasiswa IAI Sumbar Alka Ta’ah Mantap Maju Calon Wali Nagari Aripan

Headline

Malalak Timur Diterjang Galodo, 7 Orang Masih Dalam Pencarian

badge-check


					Malalak Timur Diterjang Galodo, 7 Orang Masih Dalam Pencarian Perbesar

SUMBARTERKINI, Agam — Jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang (galodo) di Nagari Malalak Timur, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, kembali bertambah. Kepala BPBD Agam, Rahmad Lasmono, menyampaikan bahwa hingga Kamis malam (27/11/2025), total korban tewas mencapai delapan orang, sementara tujuh warga lainnya masih dilaporkan hilang.

Menurut Rahmad, proses pencarian terkendala kondisi lapangan yang ekstrem. Tiga titik lokasi galodo belum bisa dijangkau tim karena akses menuju kawasan tersebut tertutup material longsor dan banjir. “Lokasinya terisolasi dari berbagai arah, tidak ada sinyal komunikasi, dan listrik padam. Di titik-titik yang belum bisa dijangkau itu informasinya terdapat sekitar 50 orang. Jumlahnya bisa saja bertambah,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa seluruh alat berat milik pemerintah daerah saat ini sedang digunakan di beberapa lokasi bencana lainnya. Untuk membuka akses menuju titik terisolasi, BPBD akhirnya menyewa alat berat tambahan. “Alat berat segera didatangkan untuk membuka jalur dan mempercepat proses evakuasi,” kata Rahmad.

Sementara itu, identitas delapan korban meninggal belum dapat dipublikasikan karena masih dalam proses identifikasi oleh petugas. Untuk warga yang berhasil dievakuasi, pos pengungsian telah didirikan dan dapur umum mulai beroperasi untuk memenuhi kebutuhan dasar para penyintas.

Hingga saat ini, tim gabungan BPBD, TNI-Polri, relawan, dan unsur pemerintah daerah terus melakukan pencarian dan evakuasi dengan kondisi medan yang masih sangat sulit. Pemerintah daerah mengimbau warga tetap waspada dan mengikuti arahan petugas mengingat cuaca di wilayah tersebut masih berpotensi memicu bencana susulan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bupati Solok dan Bupati Tanah Datar Gelar Pertemuan Kedua, Sepakati Dukungan Pembangunan Batalyon TP 951

29 June 2026 - 04:44 WIB

Presiden Mahasiswa IAI Sumbar Alka Ta’ah Mantap Maju Calon Wali Nagari Aripan

23 June 2026 - 08:51 WIB

Apel Siaga Sensus Ekonomi Tahun 2026Kabupaten Solok Siap Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

23 June 2026 - 08:45 WIB

Bupati Solok Pimpin Rapat Evaluasi Penanganan Bencana Hidrometeorologi di Kabupaten Solok

23 June 2026 - 08:42 WIB

Proyek Geothermal Dorong Kemandirian Energi dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

21 June 2026 - 08:32 WIB

Trending on Headline